Kamis, 07 September 2017

Ketika Lagi Itu Terulang

#Diangkat dari kisah nyata#

Namaku John (bukan nama asli), aku adalah pria keturunan Jawa-Belanda-Tionghoa. Aku dilahirkan dan dibesarkan di keluarga besar yang sangat moderat menurutku. Berbagai budaya, ras & agama ada dalam keluarga besarku. Aku pun aktif di lingkungan sosial yang membuat aku bergaul erat dengan berbagai orang dari berbagai suku, ras & agama.

Sejak di bangku kuliah aku mulai tertarik dengan wanita Tionghoa karena menurutku mereka itu cantik, imut dan lembut. Namun saat itu aku tak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaanku karena ada perasaan minder dan takut ditolak.

Namun dimulai dari sekitar tahun 2015 di sebuah kantor di kawasan Kelapa Gading aku dipertemukan dengan wanita Tionghoa sebut saja Aling. Aku dan Aling menjalin hubungan selama 1 tahun lebih hingga akhirnya dia meninggalkanku hanya dengan pesan bahwa orangtuanya marah besar ketika tahu dia menjalin hubungam dengan aku yg bukan cowok Tionghoa murni serta bukan dari keluarga berada.

Hancur hatiku saat itu?ya..sangat hancur..karena selama kami berhubungan, aku rela dijadikan yang kedua dan disuruh menunggu olehnya jika aku memang benar cinta kepadanya.

Saat kehancuran itu, datanglah sosok wanita Tionghoa sebut saja Yen2. Yen2 adalah wanita Tionghoa asli Pontianak, kami berhubungan LDR selama kurang lebih 1 tahun. Hubungan kami terasa indah dan menantang karena LDR bukanlah hal yang mudah. Semula aku menganggap dia adalah jodoh yang diberikan Tuhan sebagai pengganti Aling. Namun bak disambar petir di siang bolong, tepat di malam Anniversary kami, Yen2 pun memutuskan hubungan denganku dengan alasan ketidaksetujuan pihak keluarganya dan seribu alasan yang lainnya yg notabenenya sudah kami bicarakan di awal dan kami perjuangkan dengan ikrar serta tekad kami.

Hatiku hancur kembali, harapan dan impianku bersamanya sekejap sirna. Ternyata kudapati dia telah menjalin hubungan dengan pria lain di tempat kelahirannya yang merupakan teman lamanya dia semasa sekolah. Aku merasa dipermainkan olehnya hingga aku sangat marah, meski amarahku tidak sebesar cintaku kepadanya.

Di tengah kegalauan aku, datanglah kembali sosok wanita lembut, sebut saja Kin2. Kin2 adalah wanita Tionghoa pecinta kopi dan film, hobinya mirip sekali denganku, masa lalunya dia pun mirip denganku, dia sering diselingkuhi dengan pacarnya yang keturunan Tionghoa juga. 

Singkat cerita, dari seringnya kami curhat dan mempunyai beberapa kesamaan maka kami menjalin hubungan yang lebih serius. 

Kami tahu di awal bahwa hal ini tidaklah mudah karena Kin2 dilahirkan di keluarga yang (maaf) kolot dan mengharuskan dia dekat hanya boleh dengan pria Tionghoa tulen bukan campuran seperti aku.

Namun cinta kami saat itu yang menguatkan dia untuk berani berjuang bahkan bersumpah bahwa dia tidak akan menikah jika tidak dengan aku, begitupun sebaliknya. Sumpah itu murni kami ucapkan tanpa paksaan dari salah satu pihak. Kami menikmati perjuangan demi perjuangan yang kami lalui sampai dia secara tiba2 berucap ingin putus denganku karena tidak sanggup membayangkan bagaimana orangtuanya nanti dicibir oleh keluarga besarnya, bagaiman dia dinilai mendukakan hati orangtuanya karena menjalim hubungan dengan aku, bahkan bagaimana dia nanti akan dibuang dari keluarganya.

Semudah itukah mengucapkan sumpah jika sumpah itu dapat dengan mudah dilupakan??semudah itukah mematahkan perjuangan yang sedang dilakukan hanya demi 1 perbedaan yang tidak dapat membawa kita kepada sang pemilik surga??sehebat itukah Ras hingga ia bisa menghancurkan cinta dan menyakiti hati ketulusan kedua insan??

Saat ini aku lagi berjuang mempertahankannya meski dengan darah dan airmata.

Just share..diangkat dari kisah nyata seorang teman.

Selasa, 30 Agustus 2016

Bayang Masa Lalu

"Selamat ya..pasangan kamu sekarang jauh lebih baik dari yang dulu..kelihatannya lebih menghargai dan mencintai kamu apa adanya.."

Sejenak aku terdiam..ada perasaan bahagia saat memilikinya, ada harapan akan masa depanku berharap dapat melupakannya..ya, dia yang dulu pernah sangat berarti untukku..

Waktu demi waktu berlalu, berharap dia yang terbaik, berharap aku dapat melupakan masa laluku yang pahit..namun apa yang bisa kulakukan, sampai dengan saat ini pun bayang-bayang itu masih selalu hadir dalam setiap mimpiku..dalam setiap heningku, dia hadir..ya, dia..dia yang pernah mengukir lukaku dengan sebilah pisau belati yang sangat tajam..namun dia juga yang sampai sekarang masih tersimpan jauh di lubuk hatiku.

Ampuni aku Tuhan, aku tak dapat melupakannya, meskipun telah hadir sosok baru yang istimewa..namun entah kenapa aku masih memimpikannya..entahlah..

Senin, 14 Maret 2016

Tentang Perasaan

Ketika malam berganti malam telah kulalui..saat hati ingin berlari melupakan segalanya..berharap ini semua hanya mimpi..berharap tak pernah ada yang terjadi, namun malam menjawab semuanya.

Lantunan lagu yang kudengarkan, sebait doa yang kupanjatkan terasa tak mampu untuk mengusir rasa itu..ya..rasa itu..rasa yang senantiasa hinggap di kala malam menyapaku..rasa yang tak pernah padam..mungkin takkan pernah padam.

Ampuni aku..jangan biarkan aku menyakiti siapapun hanya karena berharap dapat melupakan dan menggantikannya. Jaga dia selalu dalam tanganMu yang penuh kasih..bisikan rindu dan titipkan pelukku lewat doa.

Sungguh aku tak bisa, aku tak sanggup..:(

Kamis, 03 Maret 2016

Kamu

Dirimu adalah...

Sebuah sketsa wajah yg blm tergambar, sebuah nama yg urutan abjadnya blm terangkai, sebuah misteri yg msh berada dlm genggaman kuasa-Nya.

Menanti hadirnya dirimu membuatku banyak belajar.

Belajar tentang kesendirian, bahwa kesendirian bukanlah sesuatu hal yg memalukan. Karena kesendirian membuatku lbh terjaga, membuatku lbh mengenal & mencintai-Nya.

Belajar tentang kebersamaan. Bahwa kebersamaan yg skg & pernah aq rasakan pasti akan berlalu suatu saat nanti, krn kebersamaanku bersama orangtuaku, sahabatku, tmn2ku & org yg aq cintai merupakan suatu siklus kehidupan yg akan berakhir pada waktunya.

Belajar tentang cinta. Krn cinta-Nya adalah cinta yg teragung & paling tulus, krn cinta-Nya aq msh berada disini sampai detik ini, krn cinta-Nya pula kelak kita akan dipertemukan suatu saat nanti..smoga..

Minggu, 07 Februari 2016

Firasat jadi kenyataan

Siang itu seperti biasa aku sudah tak sabar ingin kembali ke kostan..ya, tempat dimana aku bisa bertemu dan melihat sosok cantik seperti bidadari yang menemaniku tiap saat
 Namun entah kenapa siang itu aku seperti merasakan kesedihan tatkala ingin kembali ke kostan seperti aku akan mengalami kesedihan yang teramat dalam. Sejujurnya perasaan sedih ini sudah aku rasakan seminggu sebelummya bahkan saat kamu pulang duluan kerumahmu pun aku sempat bilang kalau aku seperti sudah kehilangan kamu selamanya.

Ternyata firasat itu jadi kenyataan, rasa kaget,bingung, cemas, sedih bercampur jadi satu tatkala diriku melihat lampu kamarmu menyala dan barangmu sudah tak ada. Andai kamu bisa merasakannya, rasanya aku ingin berlari dan berteriak sehebat-hebatnya memanggil namamu, aku begitu kehilangan kamu, wanita yang jadi penyemangat hidupku kini telah pergi jauh mungkin untuk selamanya.

Seperti tak ada sedikitpun perasaan dari kamu terhadap diri ini yang sudah menemanimu dan berjuang untukmu dengan segala keterbatasannya. Yang menjaga dan merawatmu saat kau terpuruk, sakit dan lemah. Yang melindungimu disaat kau merasa takut. Kenapa???kenapa kau setega ini terhadap aku??aku ingin marah, ingin teriak bahkan ingin membencimu namun aku tak sanggup karena rasa ini begitu dalam. Terlalu tega dan sadis caramu membalas semuanya dengan "kejutan" yang membuatku jatuh.

Tiap malam, tiap saat sampai detik ini aku masih menganggap kalau kau masih ada disini, di kostan ini untuk menemaniku. Namun saat aku tahu kau telah pergi airmata ini selalu tertumpah untukmu diiringi panggilanku menyebut namamu.

Depresi, hilang arah dan putus asa bercampur jadi satu dan membuatku gila. Aku masih berharap ini hanya mimpi dan kau hanya memberi kejutan untuk aku.

Aku akan selalu menunggumu dengan perasaan yang sama hingga kau sadari bahwa cintaku tulus untukmu My Little Star. #malam ini di sebuah RS dikala tahun baru imlek tiba aku menulis dengan airmata.

Senin, 11 Januari 2016

Antara Hati dan Budaya

Hening..saat mendengar kau berucap "aku udah ga sayang sama km, aku cuma cinta sama dia..kita akan menikah tahun depan". Sejenak aku terdiam menyaksikan bintang kecilku berkata dengan penuh emosi seakan ingin menegaskan aku tidak bisa bersama dia lagi.

Sebagai seorang pria mungkin kebanyakan akan bersikap "enjoy" saat kita mendapatkan semuanya terlebih mahkota sang wanita apalagi wanita itu bukan kekasihnya. Namun tidak untuk aku, bagiku dia adalah segalanya meskipun aku sadar aku hanya yang kedua untuknya. Cacian, makian bahkan pukulan sering aku dapatkan darinya dan sekarang dia memaksa aku untuk mundur setelah 1 tahun kita melakukan semuanya itu.

Hanya kesedihan dan airmata yang keluar ketika dia seringkali berkata "jangan hubungi aku dulu krn aku sedang bersamanya" bahkan ketika liburan tiba, saat itu juga aku harus bersabar untuk tidak menghubunginya sampai dia menghubungi aku duluan.

Aku seringkali berpikir "apakah aku salah untuk bertanggungjawab dan setia dengan apa uang telah aku lakukan, dengan apa yang telah terjadi antara kami?". Apakah budaya, ras dan kasta telah menggugurkan arti cinta dan membunuh perasaan hati manusia? Apakah Tuhan sejak awal dan pada akhirnya nanti menanyakan  dan memisahkan umatnya berdasarkan budaya/ras/harta/tingkat sosial?

Aku terlalu cinta dengannya namun budaya, ras dan harta memisahkan kita bahkan kau pun rela menutup aibmu dengan kebohongan selamanya dengan calon suami itu. Apakah aku memang tak layak untukmu?lantas kenapa kita melakukan semuanya itu?kenapa kita dipertemukan jika harus terpisah?

Aku akan setia menunggumu, aku terlahir bukan sepertinya yang dibalut dengan  kemewahan, aku mungkin tak dapat selalu memberikan kebahagiaan dan kado istimewa..Tapi aku akan bertanggungjawab terhadap kamu seutuhnya dengan keringat dan darah yang mengalir dari tubuhku.


Sabtu, 23 Mei 2015

Ketika Cinta Tak Harus Memiliki

Hari-hari terasa begitu indah ketika cinta datang disaat kita hampir sudah tak percaya akan adanya rasa itu. Semua yang terjadi, semua yang akan dilakukan seperti terlihat baik adanya, ya seolah ada kekuatan baru untuk kita dapat menapaki hari-hari yang semula terasa begitu hambar dan diselimuti dengan keputusasaan. Kamu hadir memberikan cahaya dan kekuatan baru untukku. Bahagia saat mendengar canda tawamu bahkan setiap kata yang keluar dari bibirmu terasa indah dan buatku merasa rindu setiap hari bahkan rindu akan olok-olokanmu,rindu ledekan kamu,rindu caci maki kamu. Aneh memang, namun itu yang terjadi. Namun apa jadinya ketika kita tersadar bahwa kita mencintai orang yang tak dapat kita miliki seutuhnya?Aku mencintaimu tapi kau telah ada yang memiliki. Perih saat menyadari bahwa hari-hari itu hanya mimpi dan kebahagiaanmu telah kau dapatkan semuanya. Seumpama luka, kini luka itu terbuka kembali dengan tetesan cuka di dalamnya.

Entahlah apa luka ini akan ada yang mampu menutupnya dan menyembuhkannya kembali atau luka ini akan terus menganga sampai ajal menjemput. Hati ini rapuh dan tak mau terbuka untuk yang lain meski cintaku tak bisa milikimu, tak bisa bersamamu selamanya.