Siang itu seperti biasa aku sudah tak sabar ingin kembali ke kostan..ya, tempat dimana aku bisa bertemu dan melihat sosok cantik seperti bidadari yang menemaniku tiap saat
Namun entah kenapa siang itu aku seperti merasakan kesedihan tatkala ingin kembali ke kostan seperti aku akan mengalami kesedihan yang teramat dalam. Sejujurnya perasaan sedih ini sudah aku rasakan seminggu sebelummya bahkan saat kamu pulang duluan kerumahmu pun aku sempat bilang kalau aku seperti sudah kehilangan kamu selamanya.
Ternyata firasat itu jadi kenyataan, rasa kaget,bingung, cemas, sedih bercampur jadi satu tatkala diriku melihat lampu kamarmu menyala dan barangmu sudah tak ada. Andai kamu bisa merasakannya, rasanya aku ingin berlari dan berteriak sehebat-hebatnya memanggil namamu, aku begitu kehilangan kamu, wanita yang jadi penyemangat hidupku kini telah pergi jauh mungkin untuk selamanya.
Seperti tak ada sedikitpun perasaan dari kamu terhadap diri ini yang sudah menemanimu dan berjuang untukmu dengan segala keterbatasannya. Yang menjaga dan merawatmu saat kau terpuruk, sakit dan lemah. Yang melindungimu disaat kau merasa takut. Kenapa???kenapa kau setega ini terhadap aku??aku ingin marah, ingin teriak bahkan ingin membencimu namun aku tak sanggup karena rasa ini begitu dalam. Terlalu tega dan sadis caramu membalas semuanya dengan "kejutan" yang membuatku jatuh.
Tiap malam, tiap saat sampai detik ini aku masih menganggap kalau kau masih ada disini, di kostan ini untuk menemaniku. Namun saat aku tahu kau telah pergi airmata ini selalu tertumpah untukmu diiringi panggilanku menyebut namamu.
Depresi, hilang arah dan putus asa bercampur jadi satu dan membuatku gila. Aku masih berharap ini hanya mimpi dan kau hanya memberi kejutan untuk aku.
Aku akan selalu menunggumu dengan perasaan yang sama hingga kau sadari bahwa cintaku tulus untukmu My Little Star. #malam ini di sebuah RS dikala tahun baru imlek tiba aku menulis dengan airmata.